Struktur Tangga Kayu yang Aman dan Kuat

imageTangga di dalam sebuah rumah tinggal dapat berfungsi sebagai alat transportasi vertikal atau penghubung antara satu level lantai dengan level lantai lainnya. Jadi sebuah tangga dapat menyambungkan antara area yang lebih rendah menuju ke area yang lebih tinggi. Atau jika rumah tersebut bertingkat, maka tangga dapat menyambungkan antara lantai dasar dengan lantai atas. Selain itu, tangga juga berfungsi sebagai jalan sirkulasi udara.

Untuk membuat tangga ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu kenyamanan, keindahan dan keamanan. Kali ini kita akan membahas seputar tangga kayu, salah satu material yang dapat dijadikan tangga, yang dipilih terkait faktor keindahannya.

imageSama seperti konstruksi tangga pada umumnya, struktur tangga kayu juga terdiri dari beberapa elemen yaitu anak tangga vertikal (riser) sebagai pijakan tangga horizontal (tread), ibu tangga yang menjepit anak tangga (string), pegangan tangga (handrail), pagar tangga (baluster), dan kolom utama (newel). Masing-masing elemen akan saking menopang satu sama lain sehingga secara utuh tangga bisa kuat dalam menjalankan fungsinya.

Bila Anda akan membuat tangga dari kayu, maka Anda harus memperhatikan segi kekuatan tangga dan bentuk anak tangga.

Ukuran dan jenis kayu mempengaruhi kekuatan

Jika ingin membuat sebuah tangga, yang harus diperhatikan adalah faktor kekuatannya, karena hal ini berkaitan dengan keamanan seseorang ketika akan menapakinya. Oleh karena itu yang patut direncanakan dengan seksama adalah pemilihan material dan sambungan strukturnya.

Untuk material, pilihlah jenis kayu yang kuat dipakai, kalau bisa pergunakan kayu kelas 1 seperti jati, tetapi mungkin karena jati cukup mahal, maka kayu kamper dapat dijadikan sebagai alternatif.

Selain jenis kayu, hal yang harus diperhatikan lainnya adalah ukuran kayu. Karena ukuran tebal dan lebar kayu sangat mempengaruhi kekuatan strukturnya. Untuk anak tangga bisa menggunakan papan kayu ukuran 3 cm x 20 cm atau 4 cm x 20 cm. Bila kurang dari itu dikhawatirkan anak tangga akan melendut saat menerima beban yang berlebih.

Sedangkan untuk ibu tangga yang mengapit anak tangga, usahakan pilih yang lebih besar agar bisa menahan beban pijakan dari anak tangga. Ukuran kayu yang digunakan diantaranya 5 cm x 10 cm.

Sambungan Antara Elemen

Di samping pemilihan material, sambungan antara elemen yang satu dengan elemen yang lain juga akan mempengaruhi kekuatan struktur tangga. Bentuk dan cara sambungan yang tepat setidaknya mempengaruhi nilai keamanan tangga.

Umumnya sambungan antar-elemen tangga menggunakan paku; salah satu elemen di beri lubang untuk merekatkan sambungannya. Karena sambungannya seperti ini maka tangga kayu memiliki kekuatan yang kurang dibandingkan tangga beton atau baja.

Bentuk anak tangga

Faktor terakhir yang perlu diperhatikan adalah jenis atau bentuk anak tangga. Ada tiga bentuk anak tangga kayu, yaitu anak tangga yang ditakik, anak tangga overlapping, dan anak tangga bersilang.

Anak tangga yang ditakik termasuk jenis anak tangga tertua, dulunya anak tangga ini digunakan pada rumah tinggal panggung tradisional yang tingginya bisa mencapai 2 meter dengan kemiringan cukup curam sekitar 60 derajat. Tangga ini cukup diletakkan di permukaan tanah yang keras dan bagian atasnya dihubungkan pada balok tepi lantai rumah panggung.

Anak tangga overlapping banyak digunakan sebagai tangga utama karena menghemat kebutuhan ruang tangga dan bentuk sambungan konstruksinya menambah nilai estetika pada ruang. Jenis anak tangga yang kemiringannya sekitar 24 derajat hingga 45 derajat ini mempunyai ciri sebagian anak tangganya tersembunyi di bawah anak tangga yang ada diatasnya. Tangga jenis overlapping ini dapat terbuka pada bagian dalamnya (antara anak tangga tidak ditutup) atau bisa juga tertutup (ditutup dengan papan kayu). Sangat disarankan menggunakan overlapping yang tertutup antara anak tangga, ibu tangga dan papan penutupnya bisa bekerja secara bersama-sama untuk menyalurkan beban yang diterimanya untuk diteruskan ke pondasi.

Anak tangga bersilang biasa digunakan pada ruang yang sangat sempit dengan kemiringan tangganya sekitar 60 derajat, sehingga ketika menapakinya perlu kewaspadaan dan kehati-hatian. Selain kemiringannya cukup curam, bentuk konstruksinya membuat orang tidak nyaman, karena pijakan anak tangganya hampir semuanya tersembunyi di bawah pijakan anak tangga di atasnya, Tangga bersilang tidak cocok digunakan sebagai tangga utama. [Rita Laksmitasari ST]