Membuat Dapur yang Bersih dan Sehat

imageDulu, dapur sebagai area belakang yang letaknya harus disembunyikan. Tapi saat ini sudah tidak jamannya lagi. Dapur tampil kian canggih dan menarik sehingga justru layak menjadi sentral atau pusat dalam sebuah rumah. Dapur dapat diletakkan di bagian tengah bahkan bagian depan. Dapur kini mempunyai fungsi tidak hanya sekedar jadi tempat memasak saja, melainkan sudah menjadi tempat rekreasi dan komunikasi dalam keluarga. Oleh karena itu, dapur harus selalu terjaga kebersihannya sehingga menjadi tempat yang pantas diekspos serta nyaman untuk beraktivitas bagi seluruh anggota keluarga.

imageSelain bersih, dapur juga harus sehat dengan kata lain dapur haruslah higienis dan safety. Semua elemen yang mengisi di dapur, mulai dari kondisi ruang, perlengkapan dan peralatan harus memenuhi persyaratan tertentu sehingga dapat dikatakan sehat. Selain itu, dapur harus menyediakan rasa aman khususnya untuk anak-anak.

Memasak merupakan kegiatan utama di dalam dapur. Namun, aktivitas memasak melibatkan elemen-elemen seperti makanan (baik yang basah maupun yang kering), air, juga sampah yang jika tidak diperhatikan dapat memicu pada hal-hal yang dapat membahayakan kesehatan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan

Banyak hal-hal yang perlu diperhatikan untuk menciptakan sebuah dapur yang higienis. Apa sajakah itu?

  • Ruangan dapur harus memiliki ventilasi udara yang baik, agar udara tetap dapat mengalir, sehingga bau masakan, asap dan gas kompor tidak meracuni penghuni rumah. Sebaiknya gunakan sirkulasi udara yang alami. Tetapi jika tidak memungkinkan, gunakan exhaust fan atau cooker hoad untuk menarik asap keluar ruangan dapur.
  • Ruangan dapur harus mendapatkan penerangan alami. Cahaya matahari berfungsi untuk menerangi ruang dapur agar dapat beraktivitas dengan baik, juga dapat membunuh kuman maupun bakteri dan membuat ruangan tidak lembab.
  • Karena aktivitas dapur melibatkan uap minyak dan lemak, gunakan material yang easy to maintain. Untuk permukaan meja dapur yang berhubungan dengan makanan (counter top) hindari material kayu alami. Karena pori-porinya dapat menyerap sisa-sisa makanan dan tumpahan minuman. Marmer bisa digunakan untuk meja dapur karena kuat, keras dan tahan panas. Namun jika ada tumpahan jeruk atau sisa minuman, harus cepat dibersihkan agar tidak masuk ke dalam pori-porinya.
Penyimpanan makanan

Ruang penyimpanan makanan merupakan hal yang sangat penting pada desain dapur. Selain untuk membuat perangkat dapur terorganisasi dengan baik, juga menentukan apakah sebuah dapur higienis atau tidak. Cara menyimpan makanan harus diperhatikan agar dapur higienis. Makanan terbagi dua, makanan kering dan makanan basah. Untuk makanan kering, kemasannya harus tertutup rapat dan jauh dari air agar tetap kering dan tidak lembab. Makanan yang basah seperti daging dan sayur-sayuran, sebaiknya selalu disimpan di kulkas. Jika dibiarkan dalam suhu ruang 7-42 derajat Celcius, dalam 20 menit akan berkembang bakteri. Selain bakteri, makanan tersebut juga mengundang serangga seperti semut, lalat, kecoa serta tikus yang dapat membawa penyakit. Lebih baik pada lemari penyimpanan itu, terdapat lubang-lubang kecil agar udara dapat mengalir sehingga tidak cepat lembab. Hindari menyimpanan makanan secara terbuka dan jika ada sisa-sisa makanan sebaiknya cepat dibersihkan.

Penanggulangan sampah

Hal penting lainnya untuk dapur higienis yakni sampah. Sampah harus dijauhkan dari makanan dan tertutup rapat dari sumber makanan tersebut. Sebaiknya antara sampah basah dan sampah kering dipisahkan. [BintangDesain]