Mengakali Rumah Dingin Dengan Atap Rumput

Jika pada artikel sebelumnya kita membuat perencanaan membuat bangunan rumah yang dingin tanpa harus menggunakan bantuan alat pendingin, kini kita mencoba mencari laternatif lain untuk membuat rumah kita dingin. Caranya adalah dengan membuat atap rumput di rumah kita. Bagaimana bisa?

imageBila rumah kita berada pada lahan yang terbatas maka salah satu alternatif yang bisa diambil adalah dengan membuat atap rumput. Maksudnya disini adalah kita membuat dak beton di lantai atas. Nah, disitulah tempat kita membuat atap rumput. Tetapi bagaimana kondisi setelah dibuat dak beton diatas, apakah keadaan rumah tidak bertambah panas. Itulah sebabnya untuk membuat ruangan menjadi dingin, para arsitek biasanya melapisi dak itu dengan rumput. Rumput akan menyerap panas matahari sehingga panas yang diteruskan ke ruangan di bawahnya berkurang. Tanah sebagai media tanam rumput dapat menjadi penahan panas matahari.

Menurut Adi Purnomo, arsitek yang sering menggunakan atap rumput mengatakan bahwa pada dasarnya ada 3 lapisan yang perlu dibuat diatas beton, yaitu media tumbuh (tanah), rongga drainase dan lapisan kedap air (waterproofing).

Yang pertama adalah memberi lapisan kedap air di atas beton. Lapisan ini berfungsi untuk menahan air merembes ke dalam rumah. Di atas lapisan kedap air, diletakkan lapisan drainase berupa lapisan geotekstil. Geotekstil adalah lembaran berwarna hitam yang juga berfungsi untuk menahan tanah agar tidak longsor ke bawah. Berhubung geotekstil relatif mahal, maka bisa digantikan dengan bata atau ijuk atau kerikil. Lapisan yang paling atas adalah tanah tempat menanam rumput.

Yang perlu diperhatikan adalah agar air hujan tidak tergenang, sistem darinase harus baik. Sebaiknya atap dibuat dengan tingkat kemiringan 3 hingga 5%, dan beberapa titik diberi lubang pembuangan air. [Adi Purnomo]