Memilih Handle Pintu

Memilih sebuah handle pintu diibaratkan seperti memilih kancing yang paling pas untuk sebuah kemeja. Tidak mungkin memilih kancing yang cocok digunakan untuk baju wanita tapi dipakaikan pada kemeja. Akan terlihat aneh. Untuk itu kita harus memperhatikan banyak hal dalam memutuskan handle yang pas untuk pintu kita.

imageDisamping memperhatikan desain handle yang pas dengan desain pintu, juga memperhatikan faktor lokasi rumah. Misalnya saja, rumah di pantai disarankan untuk menggunakan handle yang terbuat dari stainless steel, karena lingkungan pantai mengandung tingkat oksidasi dan korosi yang tinggi. Jika menggunakan handle selain stainless steel dapat membuat handle pintu cepat berkarat.

Berikut ini akan kami berikan informasi seputar handle pintu beserta kelebihan dan kekurangan yang patut Anda ketahui, agar Anda tidak salah dalam memilih handle untuk pintu rumah Anda.

Kuningan

Bahan kuningan sering kali dianggap bahan yang mudah berkarat, padahal sebenarnya kuningan tidak berkarat, tetapi bisa teroksidasi sehingga menyebabkan warnanya berubah. Mungkin karena adanya perubahan warna itulah yang sering kali orang menganggapnya berkarat. padahal jika dipoles kembali, warnanya akan menjadi menarik kembali.

Bila dibandingkan dengan stainless steel, kekuatan kuningan masih dibawahnya, namun masih lebih baik dibanding zinc alloy dan aluminium. Meskipun cukup kuat, bahan ini gampang dibentuk menjadi berbagai model, dengan menambah ukiran yang juga bermacam-macam.

Zinc Alloy

Pasti yang belum tahu Zinc alloy bertanya-tanya, apa itu Zinc Alloy? Zink Allay adalah bahan material campuran antara kuningan dan besi. Bahannya lebih ringan dibanding stainless steel, tetapi masih mudah dibentuk dan diwarnai. Untuk itulah bahan ini tergolong bahan yang banyak digunakan di industri handle.

Aluminium

Aluminium merupakan bahan yang tidak berkarat, tetapi sayangnya sangat mudah teroksidasi sehingga warnanya cepat memudar. Bahannya tidak cepat patah, tetapi mudah sekali bengkok. Jika tidak dilapisi dengan baik, akan  mudah tergores. Bahan-bahannya ada yang tampil tanpa lapisan atau ada pula yang berlapis. Fungsi dari lapisan tersebut adalah agar handle bisa lebih awet, sekaligus memberikan warna. Lapisan yang tergolong kuat adalah titanium dan PVD. Dan kelebihan bahan ini yaitu memiliki harga yang tergolong murah dibanding ketiga bahan lainnya.

Stainless Steel

Kelebihan dari bahan ini adalah lebih kuat dibandingkan ketiga bahan lainnya. Selain itu ketahanan dalam berbagai perubahan cuaca dan korosi sangat bagus, sehingga tidak mudah berkarat. Tetapi memiliki kekurangan yaitu bahan ini sangat sulit untuk dibentuk. Oleh sebab itu handle yang terbuat dari stainless steel memiliki bentuk yang paling sederhana. Desain yang minimalis yang serba simpel dan sederhana sangat cocok menggunakan bahan ini. Konsentrasi besi dalam campuran stainless steel menentukan kekuatan bahan terhadap karat.

Setelah mengetahui beberapa bahan handle, kini saatnya Anda ketahui beberapa tips seputar perawatan handle. Apa saja yang boleh dilakukan dan apa saja yang tidak.

  • Handle perlu dibersihkan setiap hari, tetapi pergunakan lap yang kering untuk membersihkan debu-debu agar tidak masuk ke dalam pori-pori handle.
  • Jangan mempergunakan bahan kimia yang bersifat asam dan mengikis seperti tiner terutama jika handle terbuat dari bahan non-stainless steel dan diberi lapisan luar. Bahan kimia yang tidak tepat dapat merusak pelapis handle.
  • Jangan biarkan handle terpasang saat melakukan pengecatan pada pintu. Cipratan cat atau finishing kayu lainnya dapat merusak tampilan handle, bahkan kadang masuk ke dalam silinder (lubang kunci) sehingga merusak sistem pada kunci tersebut.
  • Hindarkan handle pintu dari benturan, dan benda-benda tajam seperti palu, obeng, silet, gunting, amplas dan lain-lain
  • Hindari membungkus handle dengan lakban atau selotip. Daya rekat pada selotip bisa merusak lapisan handle. [mojokertocyber.com]