Memilih Gorden

Meningkatkan nilai dalam sebuah ruang dapat dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya dengan memberikan perhatian lebih pada tampilan jendela. Sebagai bagian dari elemen interior dalam sebuah rumah, jendela dapat diberi aksen warna dan bentuk dengan menghadirkan gorden sebagai penutupnya.

Berkembangnya model gorden dewasa ini, ditambah munculnya alternatif bahan yang semakin beragam, diperlukan kejelian dan kecermatan dalam memilih, tentunya dibutuhkan pemahaman yang tinggi akan fungi ruang serta memiliki cita rasa seni yang memadai. Berikut ini akan kami berikan tips memilih bahan gorden.

Curtain atau blind?

Jenis gorden dilihat dari bahan pembuatnya dibagi dalam dua golongan yaitu curtain dan blind. Yang termasuk dalam golongan curtain adalah gorden yang dibuat dari bahan kain (pabrik), sedangkan blind adalah penutup jendela yang dibuat dari bahan-bahan aluminium, PVC, bambu, kayu solid atau fiber.

Baik curtain maupun blind memiliki jenis yang beraneka ragam. Penamaan untuk setiap jenis biasanya berdasarkan pada model dan cara mengoperasikannya.

Warna: senada atau kontras

Tentang warna, Anda dapat memilih warna-warna yang senada atau turunan dari dominan warna yang ada pada ruang. Sebaliknya, jika menginginkan kejutan, Anda bisa memakai warna yang sama sekali berbeda, bahkan kontras, untuk menjadi aksen.

Acuan bisa Anda pilih dari elemen yang ada pada ruang, seperti bed cover, cat dinding, karpet, atau warna perabot (sofa, meja, atau bufet).

Bercorak atau polos?

Cermat memilih corak atau motif gorden juga sangat berpengaruh pada kesan ruang yang ingin Anda ciptakan. Pemilihan corak biasanya lebih pada jenis curtain, namun saat ini blind pun tampil tidak hanya dalam corak yang polos dan halus. Ada yang menampilkan wajah yang “bertekstur” seperti adanya lubang-lubang atau bentuk-bentuk lain.

Seperti halnya memilih warna, menentukan corak gorden dapat dibuat senada ataupun kontras dengan dominasi corak yang ada di ruang, bergantung pada kesan yang ingin diciptakan baik bagi tampilan jendela Anda maupun dari kesan ruang secara keseluruhan.

Tebal atau tipis?

Aplikasi sebuah gorden tidak selamanya terdiri dari bahan tebal yang dapat memblok secara total cahaya maupun pandangan. Pada kondisi tertentu, kehadiran bahan yang tipis dan tembus pandang (vitrase) justru dihadirkan untuk menampilkan kesan open space pada ruang yang mempunyai view yang indah di luar ruang.

Jadi,  kini Anda sudah mengetaui hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam memilih bahan gorden. Berikutnya, akan kami jelaskan sedikit mengenai kondisi bahan dan karakternya, agar Anda semakin mantap dalam memilih gorden.

  • Tebal dan tipis. Gorden yang berbahan tipis dapat mereduksi panas menjadi lebih hangat. Sedangkan bahan yang tebal dapat menjamin privasi dan memblok panas dan pandangan.
  • Warna dan pola. Dalam pemilihan warna ada beberapa hal yang bisa diperhatikan, antara lain:
    • warna terang mengesankan luas
    • warna gelap mengesankan sempit
    • pola vertikal akan mengesankan ruang lebih tinggi
    • pola horisontal akan memberi kesan rendah
    • dan bila Anda memilih gorden yang bergambar besar, akan memberikan kesan menyempitkan ruang.
  • Tekstur. Tekstur mempengaruhi kemampuan gorden dalam merefleksikan cahaya. Selain bisa didapatkan dari tampilan fisik bahan, tektur bisa dibentuk melalui kombinasi beberapa bahan dalam suatu penggunaan atau bagaimana bahan itu diperlakukan (dibiarkan lurus, dilipat atau diberi kerutan). [mojokertocyber.com]