Merancang Lemari Pakaian Yang Sesuai Kebutuhan

imageKebanyakan kaum perempuan senang berbelanja. Apalagi belanja pakaian. Kalau sudah begitu, tanpa sadar lemari sudah penuh dengan pakaian, sampai-sampai kebingungan sendiri menaruhnya dimana. Berikut ini kita akan mengetahui bagaimana merancang lemari pakaian agar dapat sesuai dengan apa yang kita butuhkan.

Ada 2 jenis lemari yang biasa digunakan yaitu freestanding dan built in.

Freestanding adalah lemari lepasan yang bisa dipindah-pindah sehingga bisa diubah posisinya sesuka hati. Lemari ini paling mudah didapatkan. Hanya saja, lemari ini memakan ruang sehingga ruangan terlihat lebih sempit.

Built-in (lemari tanam) adalah lemari yang dibuat sesuai kondisi dimana lemari itu harus ditempatkan. Lemari ini menghemat tempat, namun karena pas dengan ruangan sehingga tidak bisa dipindah-pindah. Lemari ini bisa dibuat setinggi plafon. Bagian bawahnya, setinggi 200 – 220 cm, dapat digunakan untuk menyimpan benda-benda yang sering digunakan. Sedangkan ruang sisa sampai plafon tetap dapat dimanfaatkan sebagai tempat menyimpan selimut, handuk, seprai, atau bahkan traveling bag. Secara fungsi, lemari built in lebih menguntungkan dibanding freestanding karena bisa lebih mengakomodir kebutuhan sehari-hari.

Kemudian, desain lemari yang bagaimana yang sesuai kebutuhan?
  • Jika Anda memiliki koleksi busana dengan warna-warna yang monokromatik, Anda bisa mengekspos koleksi Anda. Pergunakan pintu kaca atau bahkan tanpa pintu sama sekali. Tapi kalau koleksi busana Anda terdiri atas berbagai warna, pintu lemari sebaiknya didesain tertutup supaya tidak terkesan berantakan. image
  • Jika ruang yang tersedia sempit, maka Anda bisa menggunakan pintu geser. Hanya saja lemari jenis ini mempunyai kekurangan yaitu Anda tidak leluasa dalam memilih pakaian karena pintu tidak dapat dibuka secara bersamaan.
  • Jika ruangan yang tersedia cukup luas, Anda dapat menggunakan sistem bukaan pintu seperti pada umumnya lemari (pintu swing), atau lebih baik lagi menggunakan pintu lipat seperti pada garasi. Pintu lipat tidak terlalu membuang tempat seperti pintu swing, namun daun pintunya dapat dibuka seluruhnya secara bersama. Kerugiannya, pintu lipat memerlukan rel khusus yang relatif mahal.
  • Hal terakhir yang perlu diperhatikan adalah mengenai pencahayaan dan hawa. Lemari perlu mendapat pergantian udara untuk mencegah bau-bauan dan jamur. Agar udara bertukar, lemari dapat dibuka selama satu jam setiap harinya. Anda juga bisa membuat lubang kecil di belakang lemari yang ditutup dengan kawat kasa, sehingga serangga tidak dapat masuk. Lemari sebaiknya diletakkan tidak menempel pada dinding, agar lemari bisa bernapas.
  • Untuk bagian dalam lemari tempat menyimpan pakaian yang digantung, sebaiknya gunakan lampu flourescent (neon). Terang lampu neon memudahkan kita mencari dan memilih busana di dalam lemari. Lampu ini bisa dihubungkan dengan kenop, sehingga lampu otomatis menyala saat pintu dibuka. Di bagian luar lemari, pergunakan lampu halogen yang memancarkan terang warna kuning. Dan warna lampu ini tidak mengubah warna pakaian.
  • Untuk memudahkan kegiatan padu padan busana, di daun pintu lemari sebaiknya dipasangi dress hanger holder atau gantungan handuk yang biasa dipakai di kamar mandi. [Timothy I. Malachi, Ssn.]