Membangun Hunian Sementara dari Bambu

Hunian dari bambu ini, dapat dijadikan alternatif sebagai hunian sementara bagi para korban gempa. Karena pembangunan konstruksi rumah bambu bisa dikerjakan dalam waktu yang cepat. Kecepatan dalam membangun harus disertai dengan keterlibatan pembuatan setiap bagiannya mulai dari struktur pondasi, kolom, hingga rangka atapnya. Ketelitian dan langkah-langkah pembangunan yang tepat akan dapat membuat bangunan itu tahan lama dan kuat.

Berikut ini adalah contoh langkah-langkah pembangunan rumah bambu berukuran 6 m x 4 m.image

  1. Tentukan terlebih dahulu 5 titik yang digunakan sebagai titik letak pondasi. Gali tanah dititik itu dan buat cetakan pondasi dari campuran beton dengan perbandingan 1 (semen) : 2 (koral) : 3 (pasir).
  2. Buat kerangka dinding yang panjangnya 6 m (untuk bagian sisi kiri dan kanan rumah) sebanyak 2 buah. Pembuatan kerangka harus terpisah, jangan langsung dipasang diatas pondasi. Setelah kerangka selesai dirangkai dan pondasi sudah mengering, pasang kerangka dengan cara memasukkan ujung bambu kerangka pada bambu yang sudah tertanam di pondasi.
  3. Pasang batang diagonal yang berfungsi sebagai pengaku kerangka dinding, Jangan memasang balok diagonal pada saat merangkai kerangka, karena hal ini bisa menyebabkan terjadinya pergeseran dan kemiringan pada saat kerangka dinding diangkat lalu dipasang di atas pondasi.
  4. Pasang kerangka dinding untuk sisi depan dan belakang rumah yang panjangnya 4 m. Yang pertama dilakukan adalah memasang batang horizontalnya (balok atas atau balok bawah) terlebih dahulu. Untuk kerangka sisi belakang rumah bisa langsung dipasang balok diagonalnya. Sedangkan untuk kerangka sisi depan rumah harus dipasang dulu kerangka yang dipakai untuk memasang pintu. Setelah itu baru balok diagonalnya dipasang.
  5. Pasang rangka plafon yang menumpu pada balok horizontal atas. Rangka plafon diikat dengan pasak pada pertemuan kedua balok horizontal yang berada di posisi saling tegak lurus.
  6. Rangkai kuda-kuda di tempat terpisah lalu pasang menumpu tegak lurus pada balok rangka plafon. Semua ikatan baik sambungan balok-balok pada kuda-kuda atau sambungan yang lain harus menggunakan pasak dan diikat dengan tali.
  7. Bila rangka kuda-kuda sudah terpasang dan sudah terikat dengan baik maka kaso/usuk utama atap bisa dipasang dengan cara diikatkan pada kolom dan balok horizontal.
  8. Pasang kaso/usuk rangka atap yang lain dengan cara memaku pada setiap pertemuannya. Jangan memilih paku yang terlalu besar agar bambu tidak pecah. Kaso/usuk harus terpasang sejajar dan lurus agar genting tidak turun. Bila semua sudah terpasang, penutup atap dan dinding dapat dipasang. Untuk dindingnya menggunakan anyaman bambu (gedhek) yang dipasang pada bagian dalam rumah. [Tabloid Rumah]