Membuat Rumah Yang Dingin Tanpa AC

Di tengah cuaca yang panas, kita inginnya hanya berada di dalam rumah. Tapi apa daya alih-alih supaya tidak merasakan panasnya seperti di luar rumah, malah kita semakin kepanasan. Kalau sudah begitu semua alat pendingin dinyalakan, mulai kipas angin hingga AC. Padahal, meskipun tanpa alat bantu pendingin sebenarnya rumah bisa didesain untuk bisa mendinginkan dirinya sendiri. Nah, pada kesempatan kali ini kita akan membahas bagaimana merencanakan sebuah rumah yang dingin tanpa harus dibantu dengan alat pendingin seperti AC. Berikut penjelasannya.

imageSebenarnya teori membangun sebuah rumah adalah untuk melindungi kita dari panas dan hujan. Jadi secara otomatis bila kita sudah didalam rumah kita akan terlindungi dari panas matahari. Sayangnya, rumah bisa meneruskan panas matahari bahkan membuat panas tersebut terperangkap di dalamnya. Itulah sebabnya jika kita masuk ke dalam rumah, kulit kita akan menyerap panas yang terperangkap sehingga kita merasakan panas dan lembab.

Masalahnya sekarang bila rumah diberi fasilitas AC untuk bisa membuat kondisi rumah lebih dingin,  bila hal itu dilakukan secara terus menerus maka dapat merusak lingkungan. Kini bagaimana caranya kita membangun sebuah rumah yang dapat memberikan kenyamanan pada kita sekaligus tanpa merusak alam.

Langkah yang dapat diambil untuk membuat rumah yang dingin ada dua yaitu berupaya untuk mengurangi radiasi matahari dan bagaimana kita dapat memanfaatkan angin untuk mengurangi panas yang sudah terlanjur masuk ke dalam rumah.

Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan agar kita dapat membuat rumah menjadi dingin yaitu :

  • Sebaiknya dalam membuat bangunan rumah dihadapkan ke sebelah utara atau ke selatan. Hal ini ditujukan supaya kita masih mendapatkan terangnya  matahari tanpa harus ikut memasukkan panasnya ke dalam rumah
  • Dalam mendesain sebuah rumah diupayakan agar tetap bisa memasukkan angin. Misalnya dengan menggunakan courtyard yang bisa menangkap angin atau menggunakan tembok untuk membelokkab arah angin hingga angin dapat melewati daerah yang diinginkan.
  • Dalam pemilihan material dinding dan atap harus diperhatikan karena dinding dan atap merupakan material paling luar yang sangat mungkin menyerap radiasi matahari. Misalnya material seperti beton, seng, asbes, aspal lebih menyerap panas dibandingkan dengan genteng atau ijuk. Sedangkan bata lebih menyerap panas dibanding bambu atau kayu. Warna bangunanpun sangat berpengaruh, dimana warna cerah akan memantulkan cahaya matahari sehingga panas yang diserap lebih sedikit.
  • Dalam mendesain sebuah rumah perlu dibuatkan bukaan pada bangunan yang gunanya untuk mendulang cahaya matahari dan angin tanpa memasukkan panasnya.
  • Dan yang terakhir adalah kita dapat membuat bangunan rumah kita dingin dengan memberi tumbuh-tumbuhan di sekitarnya, atau dengan membuat kolam air. [mojokertocyber.com]