Menjaga Rumah Agar Tidak Lembab

Kita pasti menginginkan rumah kita terlihat selalu bagus, dengan dinding rumah yang tetap cemerlang. Tetapi itu seperti hal yang mustahil. Seringnya malah tembok rumah kita yang terlihat pudar warnanya, belang-belang bahkan tidak jarang pula ditumbuhi jamur. Berbagai macam upaya kita lakukan untuk membuat tembok rumah kembali bagus, tidak urung pula dalam hitungan bulan, permasalahan tersebut timbul lagi.

kondensasiKalau warna tembok pudar mungkin dikarenakan oleh pengaruh sinar matahari dapat kita maklumi, tetapi bila pudarnya warna diakibatkan oleh kelembaban, mungkin itu adalah permasalahan yang harus dicari jalan keluarnya. Sebenarnya kelembaban bisa diakibatkan oleh adanya air yang berasal dari udara. Akibat adanya kelembaban tersebut, timbul jamur yang akan merusak tidak hanya tembok bahkan kayu dan struktur bangunan yang lain. Untuk itu pada kesempatan kali ini kita akan belajar bersama mengapa air dari udara dapat menyebabkan kelembaban, dan bagaimana mengatasinya.

Air dari udara dapat menyebabkan kelembaban disebabkan karena peristiwa kondensasi, yaitu proses pendinginan uap air yang terkandung dalam udara sampai mencapai titik pengembunan sehingga uap air berubah menjadi titik-titik air. Dalam kondisi kondensasi yang sangat berat, air dapat tergenang di atas lantai, menyebabkan pakaian di dalam lemari terasa lembab, dan pintu serta jendela menjadi lapuk.

Bagaimana sebenarnya terjadinya Kondensasi ini?

Kondensasi atau pengembunan terjadi ketika udara lembab dan hangat bersentuhan dengan permukaan bidang yang dingin di dalam ruangan. Biasanya peristiwa kondensasi ini terjadi waktu musim hujan, ketika udara dingin sedangkan semua struktur bangunan jarang dibuka sehingga udara dingin tersebut menjadi tertahan didalam. Pengembunan paling sering terjadi di kamar mandi, dapur, kamar tidur yang jarang terbuka, serta di sudut-sudut ruangan yang tidak memiliki cukup ventilasi atau jarang terkena sinar matahari.

Tetapi bukan berarti pada waktu musim panas peristiwa kondensasi ini tidak dapat terjadi. Bisa saja terjadi di waktu musim panas bila ventilasi ruangannya tidak memadai atau sinar matahari tidak dapat masuk ke dalam ruangan. Bila temperatur permukaan tembok lebih dingin maka terjadilah kondensasi tersebut.

Selain itu peristiwa kondensasi biasanya terjadi pada pembangunan perumahan secara massal. Masalahnya ketika pembangunan telah selesai, semua pintu ditutup rapat hingga ada penghuni yang masuk. Kondensasi yang terjadi lebih diakibatkan kurang bagusnya mutu bangunan sehingga sering menyebabkan tembok menjadi retak, atau adanya kebocoran air. Kondensasi juga bisa disebabkan oleh kelembaban yang bersumber dari resapan air tanah yang membuat dinding menjadi lebih dingin.

Nah, setelah Anda mengetahui bagaimana proses terjadi kondensasi kini coba Anda perhatikan dimana saja kondensasi tersebut bisa terjadi, diantaranya :

  • Dinding bagian atas yang terletak dibawah atap atau kanopi, biasanya dinding ini bersuhu lebih rendah dari ruangan
  • Dinding bagian bawah, di lantai yang langsung bersentuhan dengan tanah.
  • Bangunan yang ventilasinya tidak bagus, apalagi tertutup rapat
  • Dinding yang biasanya tertutup lemari, lukisan atau perabot lainnya
  • Di bawah tangga beton, dimana udara terakumulasi dan temperatur lebih dingin dari sekitarnya.

Beberapa aktivitas yang juga dapat menyebabkan kondensasi terjadi lebih cepat adalah seperti memasak, penggunaan water heater, mesin pengering, dan mesin cuci.

Bagaimana mencegah agar kondensasi tidak terjadi ?

Ada beberapa hal yang harus dilakukan agar kondensasi tidak terjadi yaitu :

  • Dapur, tempat cuci, dan ruang jemur, harus mempunyai ventilasi yang memadai. Penggunaan exhaust fan sangat dianjurkan untuk mengeluarkan udara yang mengandung air sekaligus mencegah penyebarannya ke ruangan lain.
  • Biasakan membuka pintu atau jendela kamar mandi setelah dipakai
  • Ventilasi pada seluruh bangunan harus bisa menjamin udara masuk dan keluar secara optimal
  • Jangan menggunakan pemanas gas jika tidak dilengkapi saluran pembuangan asap
  • Jangan memasukkan pakaian yang lembab ke dalam lemari
  • Jangan menjemur pakaian di dalam ruangan tanpa membuka jendela-jendela. [mojokertocyber]