Perlunya Mendapatkan Surat IMB Sebelum Membangun Rumah

imageAkhir-akhir ini, banyak kasus penggusuran yang disebabkan karena menempati lahan sengketa, atau tidak memiliki sertifikat tanah. Ditambah lagi pembongkaran rumah karena berada pada di tepi bantaran sungai, berada pada jalur penghijauan ataupun berada pada lahan garapan. Sangat miris, ketika sudah berpuluh tahun tinggal, dengan kondisi rumah sudah banyak dilakukan renovasi, hanya karena hal-hal tersebut diatas akhirnya harus dibongkar atau digusur. Lalu, ini salah siapa?

Mendirikan sebuah rumah di mana pun tidak boleh sembarangan. Harus sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan oleh pemda setempat, yaitu dengan cara mendapatkan surat izin mendirikan bangunan (IMB). Perlu diketahui tidak semua bangunan akan mendapatkan surat IMB dari pemda. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar pendirian sebuah rumah mendapatkan surat IMB. Diantaranya adalah:

  • Status tanahnya harus jelas, baik sertifikat tanahnya dan surat girik milik adat.
  • Tanahnya bukan dalam keadaan bersengketa
  • Bukan tanah garapan
  • Tidak berada di tepi bantaran, di sisi rel kereta api, di bawah kabel tegangan tinggi milik PLN, tidak berada di jalur hijau, tidak terkena pelebaran jalan, dan tidak terkena proyek pemerintah.

Di kota-kota besar pengurusan IMB biasanya dilakukan di dinas tata kota atau ke kantor walikota di daerah setempat pada bagian perizinan bangunan. Sementara di kota-kota kecil atau kabupaten, pengurusan IMB cukup di kecamatan atau di kantor bupati.

Apa keuntungan memiliki IMB? Karena dengan memiliki surat IMB rumah tidak akan dibongkar, sebab telah memenuhi persyaratan utama dalam mendirikan bangunan. Selain itu, bila rumah akan dijual, harganya bisa tinggi, karena sudah ada kepastian hukum pada bangunan tersebut. Peminjaman dana ke bank pun akan menjadi mudah.

Advice Planning

Bila persyaratan tersebut telah dipenuhi, segera menuju ke walikota atau pemda setempat pada bagian tata kota. Pada waktu mendatangi dinas tata kota tahap awal adalah meminta pengurunan tanah. Buat denah lokasi yang akan dibangun. Lengkapi denah dengan bangunan-bangunan sekitarnya, seperti stasiun kereta api, rumah sakit, atau kelurahan. Melalui denah lokasi ini petugas pengukuran akan datang ke lokasi untuk melakukan pengukuran batas-batas tanah yang diajukan dalam sketsa denah lokasi. Setelah pengukuran selesai, selanjutnya dikeluarkan surat advice planning.

Dalam advice planning akan terlihat situasi tanah dan peruntukan tanah pada daerah tersebut. Bila tanah terkena jalan, akan terlihat gambar jalan pada tanah yang diukur. Setelah selesai diukur, dalam beberapa hari atau minggu akan dikeluarkan sebuah surat yang dilengkapi gambar situasi tanah yang telah diukur dan ukuran tanah akan dipetakan. Bila terdapat rencana jalan atau adanya jalur hijau, pada denah tersebut telah dipetakan rencana jalan baru tersebut sehingga pemilik disarankan untuk menjual kembali tanahnya, karena tidak sesuai dengan persyaratan pendirian bangunan. Jarak garis sempadan bangunan (GSB) telah ditentukan pada gambar hasil pengukuran.

Permohonan IMB

Setelah mendapat surat advice planning dan tanah dalam keadaan aman, selanjutnya hubungi seorang arsitek untuk membuat perencanaan bangunan. Sang arsitek akan membuatkan gambar bestek (gambar kerja bangunan) untuk mengurus IMB. Bila sudah selesai dan telah mendapat izin, pemilik harus membuat plank atau papan perizinan di kantor tata kota. Plank tersebut harus dipasang di lokasi proyek. Selanjutnya segera dilaksanakan pembangunan fisik. Sebagaimana lazimnya, selama pembangunan berlangsung akan ada petugas dari dinas kota yang datang mengunjungi proyek untuk melakukan pemeriksaan pelaksanaan pekerjaan. Bila terjadi perubahan pelaksanaan dan tidak sesuai dengan gambar perizinan, kemungkinan proyek akan diberhentikan. Oleh karena itu, membangunlah dengan jujur dan sesuai aturan yang berlaku.

Sekarang ini perizinan bisa dilakukan di tingkat kecamatan. Di kantor kecamatan Anda bisa menemui petugas perwakilan pemda untuk membantu proses perizinan. Pada lokasi proyek real estate, pengurusan perizinan sepenuhnya dipegang oleh pihak pengembang. Bila status tanah tidak jelas dan berada di pemukiman kumuh tentu tidak memiliki izin. Di tingkat kecamatan atau kelurahan pemilik bangunan diberi surat yang statusnya hanya mengetahui akan ada pembangunan rumah, bukan berupa surat IMB sehingga sewaktu-waktu bisa digusur atau dibongkar.

Jadi, secara garis besar perlengkapan surat-surat untuk mengurus IMB antara lain:

  • surat tanah yang akan dibangun
  • KTP pemohon
  • surat advice planning
  • gambar bestek ( denah, tampak, dan potongan bangunan).

Oleh: Mistra, Panduan Membangun Rumah [mojokertocyber.com]