Menyiasati Panas Pada Rumah Hadap Barat

imageKenyamanan sebuah rumah dipengaruhi oleh banyak hal. Salah satu diantaranya adalah penghawaan dalam ruangan. Penghawaan disini meliputi aliran udara, kelembaban, dan temperatur dalam ruangan yang dirasa langsung oleh kulit manusia. Temperatur dalam ruangan dapat naik seiring masuknya sinar matahari. Sisi barat sebuah rumah menerima sinar matahari lebih panas dan lebih lama dibanding sisi lain. Karena itu, fasad Barat sebuah rumah perlu penanganan arsitektural yang beda. Keuntungan bangunan yang disesuaikan dengan iklim bukan hanya dari segi arsitekturalnya, tetapi juga finansial.

Kondisi Iklim Tropis

Karena Indonesia terletak di daerah tropis, menyebabkan intensitas matahari cukup tinggi. Sehingga fasad yang terbuka sebaiknya menghadap ke Selatan atau ke Utara untuk meniadakan radiasi langsung dari cahaya matahari rendah pada pagi dan sore hari.

Sinar matahari yang masuk ke dalam rumah bermanfaat sebagai pencahayaan alami sehingga mengurangi penggunaan lampu sebelum waktunya. Namun, sinar matahari juga membawa radiasi panas ke dalam ruangan. Panas inilah yang harus diminimalkan dalam ruangan. Karena kita tidak selalu mendapat lahan yang ideal, maka penyesuaian terhadap iklim dilakukan pada pengolahan bentuk dan fasad bangunan.

Pengolahan fasad muka rumah menghadap barat

Tampak muka sebuah rumah merupakan penerima paling awal. Kesan welcome dapat dirasakan  sejak orang yang datang sudah bisa melihat muka rumah. Kesan ini biasanya ditampilkan dengan fasad yang hangat, dan ringan. Jendela, pintu dan bukaan yang lain bisa melunakkan kesan keras dari dinding. Penggunaan material transparan seperti kaca menimbulkan kesan ringan pada fasad.

Sisi Barat rumah sebaiknya meminimalkan bukaan, maka rumah yang menghadap ke arah Barat pun memerlukan penyesuaian pada fasad muka. Kesan menerima harus tetap mampu ditampilkan.

Pada pintu utama yang menghadap depan, dapat dibuat bidang penghalang didepannya, sebagai sunscreen pada jarak yang cukup. Ruang yang terbentuk antara pintu dan bidang tersebut menjadi area penerima. Bidang penghalang bisa masif ataupun berongga. Mengingat ini adalah fasad muka, pengolahan bidang penghalang sangat penting.

Pada bidang penghalang masif, warna dan tektur yang kontras dengan dinding dapat menggantikan wujud pintu utama bagi tampak depan rumah. Biasanya dipilih warna yang cerah sebagai vocal point dan menghapus kesan berat dari bidang masif.

Bidang transparan pada fasad

Pada jendela dapat ditambahkan sunscreen horizontal ataupun vertikal untuk menahan cahaya matahari rendah. Sebenarnya rumah tropis sudah dapat mengatasi masalah tersebut dengan oversteknya yang lebar. Pada rumah minimalis biasanya dibuat topi-topi di atas tiap jendela.

Bidang transparan pada sisi Barat bisa menggunakan kaca dengan lapisan film. Kaca ini mampu menahan radiasi panas dan cahaya tetap masuk secukupnya. Fisik kaca yang tipis menyebabkan lama kelamaan panas akan masuk. Maka bukaan transparan pada sisi Barat diminimalkan atau dihindarkan dari cahaya matahari langsung.

Selain sebagai elemen eksterior, tanaman dapat digunakan sebagai sunscreen. Pohon yang berjejer dapat menjadi sunscreen  vertikal menghalangi sinar matahari rendah.  Kerai dan jalusi digunakan untuk menahan sinar matahari yang masuk dari jendela. Hal yang harus diperhatikan adalah pemasangannya. Sering dijumpai pemasangan kerai, jalusi, atau krepyak berada di dalam jendela. Berbagai jenis horizontal overhangs tersebut seharus dipasang  di luar jendela. Pemasangan di jendela dalam menyebabkan udara panas terjebak antara kerai dan kaca. Kerai itu sendiri menjadi sumber panas karena mengalami konveksi panas cahaya matahari yang diterimanya.

Masalah radiasi cahaya dan panas dalam ruangan juga berlaku bagi rumah yang menggunakan AC. Kerja AC untuk mendinginkan ruangan akan lebih berat. Ini berarti boros energi karena bertambahnya beban listrik. Bila fasad Barat diolah dengan baik, kebutuhan akan ruang dalam yang nyaman dan bernilai estetis di luar bisa terpenuhi. [mojokertocyber.com]