Merancang Kamar Anak-anak

imageSalah satu yang dipersiapkan oleh orang tua ketika menyambut datangnya sang buah hati adalah sebuah kamar untuknya. Sebuah kamar anak merupakan bagian dari rumah yang harus direncanakan dengan seksama. Karena di kamarlah, anak-anak menghabiskan sebagian besar waktunya. Oleh karena itu, agar anak bisa merasa nyaman berada di kamarnya, perlu adanya perencanaan yang baik agar kamar anak dapat ditinggali selama mungkin mengikuti pertumbuhan anak itu sendiri. 

Telah diuraikan diatas, anak-anak biasanya menghabiskan sebagian waktu mereka mereka di kamar. Mereka biasa bermain, belajar, mendengarkan musik, dan tidur di kamar mereka.image Maka Anda sebagai orang tua, harus dapat merencanakan dengan teliti agar dapat menciptakan ruang yang dapat menampung semua kegiatan tersebut, sekaligus dapat menjadi sebuah kamar yang nyaman untuk si anak.

Merencanakan kamar anak bisa dikatakan gampang-gampang susah. Gampangnya, karena sudah banyak perabot yang dibuat untuk kamar anak, tinggal memilih tema dan meletakkannya di kamar anak. Namun susahnya, bagaimana cara membuat agar kamar tersebut dapat digunakan selama mungkin, bahkan kalau bisa dari si anak bayi sampai dewasa.

Tidak perlu bantuan seorang desainer interior handal untuk merencanakan kamar anak yang baik, bisa saja Anda berkonsultasi dengan suami, saudara, atau bahkan anak Anda bila dia sudah bisa menggambarkan kamar impiannya.

Merencanakan kamar anak

imageApabila Anda sudah merencanakan letak kamar anak Anda, jangan lupa untuk memikirkan pertumbuhan kamar tersebut, sehingga dapat digunakan selama bertahun-tahun, baik itu dari segi dekorasinya maupun furniturnya. Memang tidak mungkin menggunakan semua dekorasi dan furnitur tersebut terus menerus, tetap ada yang harus diganti dan ditambahkan. Namun jika Anda bisa meminimalkan hal tersebut, bukankah itu lebih baik?

Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan ketika merancang kamar anak.

  • Pertama-tama, bayangkan dulu berapa anak yang nantinya akan menempati kamar tersebut. Bandingkan dengan besaran kamar, apakah memungkinkan bila kamar tersebut ditempati lebih dari 1 orang anak.
  • Kemudian, bayangkan furnitur apa saja yang nantinya akan mengisi kamar ini. Untuk furnitur sebaiknya dipilih yang bisa dibongkar pasang, atau dikenal juga dengan istilah furnitur moduler. Furnitur model ini akan sangat membantu Anda untuk menghemat penggantian furnitur.
  • Begitu pula dengan dekorasinya, jangan penuhi kamar dengan dekorasi permanen yang tematik, sebab bila si anak sudah besar dan tidak merasa cocok lagi dengan dekorasi yang ada, dia tidak akan mau menempati kamar itu lagi. Usahakanlah memilih dekorasi seperti lukisan, karpet, atau rak yang dengan mudah bisa diganti.
  • Jangan lupakan pencahayaan dan pengudaraan alami di kamar anak, karena ini sangat penting untuk pertumbuhan dan kesehatannya. Usahakan kamar anak mendapatkan cahaya dan udara alami yang cukup.
  • Terakhir, alokasikan tempat untuk meletakkan mainan, buku, dan pakaian mereka, sehingga kamar anak Anda dapat terjaga kerapiannya.

Perhatikan keselamatan

imageAnak-anak selalu ingin tahu dan aktif. Karena itu harus diperhatikan agar tidak terjadi kecelakan yang dapat membahayakan anak itu sendiri, terutama bila anak Anda masih belum bisa mengenali baik-baik benda yang ada di sekitarnya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Pilih stop kontak yang ada tutupnya
  • Usahakan memilih furnitur yang memunyai sudut-sudut tumpul. Ini bertujuan agar saat anak-anak terbentur furnitur kamarnya, tidak sampai mengalami luka yang fatal.
  • Jika kamar anak terletak di lantai atas, jangan biat jendela yang terlalu rendah atau terlalu besar, sehingga si anak tidak akan jatuh ke bawah. Jika terpaksa dibuat jendela seperti itu, jangan lupa untuk membuat railing yang cukup tinggi.
  • Gunakan cat (baik dinding maupun perabot) yang berbahan dasar air, agar tidak ada racun yang berbahaya yang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan.
  • Apabila anak Anda masih kecil, singkirkan benda-benda kecil yang dapat dimakannya. Oleh karena itu, sediakanlah tempat penyimpanan mainan yang ada tutupnya.

Berikut ini akan kami berikan sedikit ilustrasi contoh sebuah kamar anak yang dapat dipakai dari bayi hingga remaja.

Kamar bayi usia  0-2 tahun
Perabot yang dipakai:

  • kursi goyang untuk menyusui
  • meja kecil untuk lampu
  • laci bongkar pasang
  • boks bayi
  • meja kecil
  • tempat mandi
  • rak gantung
  • hiasan bayi yang tidak permanen

Kamar anak usia 2-5 tahun
Yang dikeluarkan:

  • kursi goyang
  • boks bayi

Yang ditambahkan:

  • tempat tidur single bed
  • rak plastik kecil
  • tempat mainan
  • kursi dan meja kecil
  • aksesori untuk latihan motorik seperti papan tulis

Kamar anak umur 6-8 tahun
Yang dikeluarkan:

  • kursi kecil
  • papan tulis
  • aksesori bayi

Yang ditambahkan:

  • lemari pakaian sekaligus rak mainan
  • gorden yang lebih dewasa
  • lampu belajar
  • kursi belajar

Kamar anak umur 9-12 tahunimage
Yang dikeluarkan:

  • tempat mainan
  • rak plastik
  • karpet kecil

Yang ditambahkan :

  • standing lamp
  • beanbag
  • karpet besar

Kamar remaja
Yang dikeluarkan:

  • meja kecil untuk lampu
  • beanbag (bisa juga tetap digunakan

Yang ditambahkan:

  • nakas
  • bantal-bantal besar

[sumber : Tabloid Rumah]