Taman Sayur Organik Perkotaan: Manfaat Ekonomi dan Termal

imagePermasalahan lingkungan hidup di perkotaan bukan hanya pada kondisi sosialnya. Namun juga pada komponen lingkungan lainnya. RTH yang sempit menyebabkan dan terbatasnya ruang vegetasi juga berakibat berkurangnya penyerapan CO2. Hal ini mengakibatkan suhu permukaan meningkat 10 s/d 20 ºC dari suhu udara ambient. Ayo berkebun, membuat sayur organik perkotaan.

Ada gerakan “Jakarta Berkebun”, “Bandung Berkebun”, “Indonesia Berkebun”, yang disemangati oleh Arsitek Ridwan Kamil. Berkebun di perkotaan bisa dilihat sebagai salah satu upaya untuk mengatasi peningkatan suhu udara di perkotaan. Upaya yang belum banyak yang dilakukan menggunakan taman/vegetasi diatap maupun dinding bangunan disebabkan kurangnya informasi sehingga sulit dijadikan sebagai indikator penurunan suhu udara di perkotaan.

Sekarang, khususnya di permukiman perkotaan orang mulai menyukai mengelola lahannya dengan taman, Untuk permukiman menengah kebawah kecenderungan menanam tanaman produktif ( tanaman sayur dan atau obat-obatan) sehingga mempunya banyak manfaat, disamping untuk estetika juga bermanfaat untuk menunjang fungsi lingkungan, ekonomi, kesehatan, sosial dan lain-lain.

imageTaman vertikal (green wall), mampu menurunkan suhu ruang dibaliknya

imageTaman atap (roof garden), mampu menurunkan suhu ruang dibawahnya

imageTaman sayur pada lahan kolektif memberi nilai ekonomi dan sosial melalui hubungan “guyup” antar warga

Hasil dari taman produktif (sayur), dalam skala kecil dapat dikonsumsi anggota keluarga sehingga menghemat pengeluaran, namun dalam skala yang lebih besar akan memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga. Sementara itu proses pengelolaan dilahan kolektif akan menjadi wadah komunikasi bagi sebagian warga sehingga akan terjadi kontak sosial yang lebih akrab dan dinamis.

Tanaman sayur melalui kegiatan fotosintesis mampu menyerap CO2 cukup signifikan, dari 10 jenis tanaman sayur yang diteliti mampu menyerap CO2 antara 55,80 – 84,10 µmol CO2/m2/det, sementara dengan menggunakan sistim organik media tanamnya mampu mengikat CO2 sampai 7000 pound/ac/tahun, sebaliknya pada sistim konvensional media tanam melepas CO2 ke atmosfer hampir 300 pound/ac/tahun. Kondisi ini menunjukkan bahwa sekecil apapun ukuran vegetasi organik mempunyai peran dalam menetralisasi keseimbangan lingkungan.

Penelitian pada beberapa jenis tanaman sayur yang ditata sebagai taman dengan beberapa model penataan (taman vertikal, taman horisontal dan taman atap) menunjukkan adanya penurunan CO2 ambien antara 3,60 – 20,80 l/m3 sedangkan penurunan suhu udara dalam ruang yaitu antara 0,6 ºC – 1,3 ºC, dengan kelembaban relatif 67 – 72 %. Meskipun suhu udara ruang mengalami penurunan namun belum dapat mencapai kenyamanan termal standart ASHRAE 55 yang menetapkan tingkat kenyamanan termal (TE) antara 22 ºC – 26º C untuk wilayah negara-negara Asean. Berdasarkan analisis setelah adanya taman dengan menggunakan Diagram Psikrometri dengan suhu (bola kering) ruang 29,4 ºC, kelembaban 72 % maka diperoleh suhu (bola basah) ruang 24,7 ºC, selanjutnya menggunakan Diagram suhu efektif (TE) dengan kecepatan angin 0 m/det maka kenyamanan termal (TE) adalah 27 ºC (masih diatas standar ASHRAE 55). [Eddy Imam Santoso adalah mahasiswa S3 Ilmu Lingkungan, UB, sedang mengnyelesaikan disertasi tentang Taman Sayur Perkotaan, dengan Promotor Dr. Lily Agustina dan Ko-Promotor Dr. Galih W. Pangarsa].

[oleh : Eddy Imam Santoso]

Pustaka

Aprianto, Muchammad Chusnan. 2007. Penghijauan Sebagai salah satu cara mengatasi permasalahan kota. Terdapat di: http://www.kompas.com/ (Diakses  1 Januari 2010).

LaSalle, Tim J and Heperly, Paul. (2010). Regenerative organic farming ; A solution to Global Warming.  Research and Fulbright Scholar Rodale Institute. Terdapat di http://www.rodaleinstitute.org/files/Rodale_Research _Paper-07_30_08.pdf  (diakses 15-Nopember 2010)

Roonagh, Daghigh. et, al. 2009. Thermal comfort in naturally ventilated office under varied openingn arrangements: Objecttive and subjective approach. European Journal of Scientific Reasearch vol.26 No.2 (2009),pp.260-276

Zoer’aini Djamal Irwan, 2008. Eksplorasi Pemanfaatan Pekarangan Secara Konseptual. Terdapat di  http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/ (diakses  24 Nopember 2009)