Kolam Ikan Membuat Perasaan Menjadi Nyaman

image

Setelah seharian Anda bergelut dengan aktivitas yang mungkin menjemukan, Anda akan kembali ke rumah dengan membawa rasa lelah. Tapi coba saja, ketika Anda berada di pinggir kolam sambil melihat ikan-ikan yang sedang berenang ditambah lagi dengan iringan suara air yang menggericik, rasa lelah yang saat itu Anda rasakan, mungkin akan hilang tergantikan oleh perasaan yang tenang dan nyaman.

Rumah adalah tempat kita menjalani kehidupan, sudah sepantasnya dibuat indah dan senyaman mungkin. Alangkah tenteramnya menjalani hidup ini bila rumah benar-benar adalah istana bagi kita. Salah satu yang dapat membuat rumah kita bagaikan istana adalah dengan menghadirkan kolam ikan hias yang asri. Menghadirkan kolam ikan hias dapat kita lakukan kapan saja dan dimana saja. Yang pasti secara teknis memenuhi persyaratan bagi tumbuhnya ekosistem di dalamnya, dan secara estetis, dapat dinikmati keindahannya.

Ada beberapa hal yang patut diperhatikan ketika kita ingin membuat kolam ikan. Dan semuanya akan dijelaskan secara ringkas dibawah ini.

Posisi Harus Tepat

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar bisa menentukan posisi kolam yang tepat, yaitu:

  • Bebas gusuran. Tentang lokasi, yang harus diperhatikan adalah di mana letak atau posisinya. Mempertimbangkan lokasi yang tepat harus menilik pada rencana pembangunan atau pengembangan rumah. Pilih tempat di mana lokasi kolam tidak akan tergusur saat Anda melakukan renovasi atau pengembangan. Jika di bawah limpahan air (teritisan), perhatikan tinggi dinding dan bibir kolam, agar ikan tidak hilang terbawa arus air ketika kolam meluap oleh air hujan yang melimpah.
  • View. Pastikan dengan cermat letaknya agar keindahannya dapat dinikmati dengan sempurna. Mau dari ruang keluarga, teras, atau ruang tidur, misalnya. Tentukan sesuai dengan keinginan dan selera Anda.
  • Pembuangan air. Salah satu tahap perawatan kolam adalah pembersihan dan pengurasan. Pastikan limpahan air kotor jatuh ke saluran yang tepat, tidak mengganggu saluran pembuangan dalam rumah atau bahkan masuk ke septic tank.
  • Pemipaan. Makin dekat kolam dengan saluran air bersih maka akan menghemat biaya pembuatan dan perawatan. Pemipaan yang jauh dan berkelak-kelok akan membutuhkan kapasitas pompa yang besar dan listrik yang lebih mahal. Pemipaan atau instalasi listrik pun harus diperhatikan agar peletakkan pipa, kabel, stop kontak tetap terjaga keamanan dan estetikanya. 
  • Perhatikan naungan. Meletakkan kolam di bawah naungan pohon yang besar menyebabkan kolam cepat kotor oleh daun-daun yang berguguran dari pohon. Gunakan naungan bukan dari pohon. Akar sebuah pohon yang besar juga dapat mengancam keutuhan dinding kolam, akar itu jika besar bisa meretakkan dinding kolam. 
Memilih Bentuk

Bentuk atau gaya sebaiknya ditentukan setelah penentuan lokasi. Dilihat dari sifatnya, ada 2 jenis kolam yaitu kolam permanen dan semipermanen. Halaman rumah yang sempit dan terbatas tidaklah menjadi masalah. Yang diperlukan adalah kreativitas dalam memilih bentuk yang tepat dan indah. Kondisi dan fungsi ruang menjadi pertimbangan dalam menentukan bentuk kolam.

Dari bentuknya ada 2 bentuk kolam yaitu bentuk formal (resmi), yang dicirikan dengan bentuk simetris, geometris, bundar, persegi panjang atau bujur sangkar. Bentuk yang kedua adalah bentuk nonformal (tidak resmi). Bentuk ini biasanya lebih fleksibel, tidak terkesan “teratur” dan kaku.

Sesuai dengan tujuan kita membuat kolam adalah salah satunya untuk melepaskan ketegangan dan kepenatan, bentuk informal ini sangat cocok untuk dipilih. Selain tidak terkesan kaku, bentuk ini lebih menyatu dengan alam dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari rumah meski dibangun di area luar rumah. Bahkan bentuknya yang fleksibel dapat mengurangi kesan kaku pada bangunan rumah. Karena kondisi dan tujuan tertentu, beberapa orang sengaja menggabungkan dua bentuk ini.

Tiga karakter kolam dan tampilannya adalah:

  • Tenang tanpa gemericik air
  • Alami dengan air terjun
  • Eksotik dengan air mancur

Pemilihan bentuk di atas sebaiknya disesuaikan dengan luas lahan dan letaknya.

Ukuran

Keindahan kolam tidak ditentukan oleh besar-kecilnya ukuran kolam. Namun panduan komposisi antara bentuk dan ukuran akan menentukan keindahannya. Misalnya, saat menentukan dalamnya kolam, harus diselaraskan dengan fungsinya. Ikan jenis yang ada dan seberapa besar ikannya.

Perlu Keseimbangan dan Perawatan

Di dalam sebuah kolam, berlangsung ekosistem kehidupan yang harus dirawat keseimbangannya. Tanpa adanya keseimbangan hidup maka hancurlah kolam tersebut, yang pada akhirnya tidak akan memberikan manfaat apapun. Untuk menjaga keseimbangan ini, perlu rutin dalam merawatnya. Kolam yang tidak terawat justru akan memberikan efek negatif kepada si empunya.

Interaksi antara ikan, air, dan tanaman air tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Komponen ekosistem adalah air sebagai lingkungan abiotik tempat ikan hidup. Ikan sebagai konsumen yang memanfaatkan makanan dan menghasilkan kotoran. Tanaman air sebagai produsen yang berfotosintesis menghasilkan oksigen dan memanfaatkan kotoran yang dihasilkan oleh ikan, serta menjaga kualitas air tetap bersih. Demi kelangsungan kehidupan dalam kolam ikan hias, maka kita perlu menjaga keseimbangan antara ketiganya melalui perawatan yang seimbang pula. Perawatan sebuah kolam dapat meliputi perawatan fisik kolamnya, ikan, air, tanaman, dan komponen lain yang ada.

Tentang Lumut

Kehadiran lumut ada positif dan negatifnya. Jika tidak kebanyakan, baik untuk makanan ikan. Negatifnya, menyerap oksigen di malam hari sehingga mengurangi jatah oksigen untuk ikan. Kalau kebanyakan pun akan membuat kolam terlihat kotor.

Lumut tumbuh cepat di kolam.

Lumut tumbuh subur di kolam, salah satu sebabnya adalah adanya sinar matahari yang langsung mengenai bagian dalam (isi kolam). Adanya sinar matahari ini mendorong terjadinya fotosintesa lebih aktif bagi tanaman air (termasuk lumut) yang hidup di kolam. Pertumbuhan lumut ini menjadi lebih cepat dibandingkan jika kolam tidak menerima cahaya langsung dari matahari.

Tip agar lumut tidak tumbuh cepat di kolam

  • Masukkan ikan sapu-sapu
  • Hindari sinar matahari langsung
  • Masukkan tanaman air

[serial taman “Kolam Ikan Hias” | mojokertocyber.com]