Mempersiapkan Instalasi Kolam serta Pengisian Air

image

Sebelumnya, kita sudah membahas tentang langkah-langkah membuat kolam. Lalu apa saja peralatan yang diperlukan untuk membuat kolam dan bagaimana memasangnya? Lalu bagaimana dengan proses pengisian kolam dengan air. Apa yang harus diperhatikan? Selengkapnya dapat Anda temukan jawabannya berikut ini.

Peralatan untuk membuat kolam
Pipa
Pipa diperlukan dalam pembuatan kolam untuk menciptakan saluran pembuangan, membuat air mancur atau air terjun, juga menyalurkan air dari kolam ke filter melalui pompa celup dan sebaliknya dari filter ke kolam. Jenis pipa yang biasa digunakan pada kolam tanam adalah pipa paralon (PVC). Kelebihan dari pipa ini adalah harganya yang relatif murah, mudah didapat, tersedia berbagai ukuran, mudah disambung, dan cukup kuat. Lem yang digunakan untuk menyambung pipa adalah lem PVC yang berwarna bening. Lem ini akan mengeras apabila terkena air. Bersihkan pipa sebelum melakukan pengeleman pada sambungan agar melekat kuat.

Memasang instalasi pipa dapat dilakukan pada saat proses pembuatan konstruksi atau sesudahnya. Pipa untuk pembuangan air dan air mancur atau air terjun dipasang di saat pembangunan konstruksi kolam. Hal ini dilakukan jika kolam menggunakan filter permanen. Namun, jika menggunakan filter semipermanen, instalasi pemipaan dapat dilakukan setelah pembuatan konstruksi kolam.

Pompa air (head pump)
Fungsi pompa adalah memindahkan air dari dasar ke permukaan. Karena kemampuan inilah maka pompa digunakan untuk menciptakan perputaran atau pergerakan air dalam kolam dan membuat air mancur dan air terjun.

Ada dua jenis pompa di pasaran yaitu pompa celup dan pompa permukaan. Pompa celup biasanya diletakkan di dalam air. Pompa jenis ini tahan air dan tidak mudah panas. Pompa air mempunyai dua lubang yaitu lubang pemasukan dan pengeluaran. Ukuran lubang disesuaikan dengan ukuran pompa. Pompa besar untuk pipa berukuran 1,5-2 inci, sementara pompa kecil untuk pipa berukuran 0,5-0,75 inci. Pompa kecil biasa digunakan untuk akuarium, sementara untuk kolam membutuhkan pompa besar.

Penyaring (filter)

Filter atau penyaring digunakan untuk menahan kotoran agar kualitas air tetap terjaga. Kolam taman yang menggunakan filter mempunyai kualitas air yang baik dan tampak jernih. Di sisi lain pemilik tidak terlalu repot untuk mengganti air, karena dapat bertahan dalam waktu yang lama.

Sistem filter yang sebaiknya digunakan adalah filter yang mampu menyaring kotoran, sisa pakan, debu dan koloid serta mengoksidasi senyawa nitrogen. Dari pembuatannya, filter terbagi menjadi dua yaitu:

  • Filter semipermanen, yaitu filter kolam yang dapat dipindah-pindah dan terpisah dari kolam. Bahan-bahan yang biasa digunakan untuk membuat filter semipermanen adalah kaca, fiber atau tong plastik. Bahan penyusun filter jenis ini biasa disebut filter biologi yang terdiri dari kerikil, serat gelas, dan batu zeolit.
  • Filter permanen terbuat dari tembok (seperti kolam), tetapi mempunyai ukuran lebih kecil. Volume filter permanen sebaiknya sepertiga dari volume kolam. Kedalaman filter lebih rendah dari dasar kolam, agar air kolam dapat dapat mengalir setiap saat ke filter. Mekanisme kerja filter permanen adalah menampung sementara aliran air kolam. Air kolam adalah media pemeliharaan ikan. Air ini mengandung kotoran dan sisa pakan. Secara gravitasi air kotor keluar melalui pipa paralon ke bak penampungan sementara. Selanjutnya air mengalir ke filter melalui kerikil, serat gelas, bioball dan batu zeolit menuju atas. Air yang telah bersih ditampung dalam bak tersendiri. Selanjutnya dengan bantuan pompa air dialirkan kembali ke dalam kolam. Pencucian filter ini dapat dilakukan dengan mudah yaitu dengan mematikan mesin dan membuka saluran bagian bawah filter, air dalam filter akan keluar seluruhnya lalu disiram dengan air dari bagian atas.

Tip membuat & memilih filter diantaranya adalah:

  • Kedalaman filter lebih dalam dari dasar kolam taman, untuk memudahkan sirkulasi udara.
  • Penggunaan komponen filter dapat disesuaikan dengan kemampuan, seperti batu, kerikil, pasir, ijuk, dan arang kelapa.
  • Konstruksi filter sebaiknya mudah dibersihkan.
  • Filter semipermanen untuk kolam berukuran kecil diletakkan lebih tinggi dari kolam taman.
  • Sebaiknya kolam taman yang kecil menggunakan filter semipermanen,

Aerator
Kolam taman yang besar dan dalam, membutuhkan bntuan aerator untuk menggerakkan air dalam kolam. Aertor atau air pump berfungsi mensuplai oksigen ke air dan menggerakkan air agar terjadi percampuran air yang homogen/merata.

Mengisi kolam dengan air

Kolam ikan memerlukan air sebagai media hidup bagi ikan atau menghadirkan suasana gemericik. Air yang dimasukkan bisa berasal dari air sumur atau air PAM.

Air sumur
Air sumur cukup bersih dan mengandung gas dan mineral untuk digunakan mengisi kolam ikan. Kedalaman sumur mempengaruhi kualitas air. Dibanding sumur yang dalam, sumur dangkal mengandung lebih banyak bahan pencemar atau polutan dan bakteri. Jumlah air sumur juga mempengaruhi kualitas. Air yang sedikit jumlahnya karena kemarau panjang, mengandung banyak partikel. Jika kolam diisi dengan air sumur, maka sebaiknya ditampung dan diinapkan lebih dahulu sebelum digunakan. Bila perlu, air diberi aerasi agar gas beracun seperti karbondioksida dapat keluar dan oksigen dapat larut dalam air. Dan pada saar air diisikan ke dalam kolam sebaiknya dijatuhkan hingga terjadi lompatan air, hal ini akan meningkatkan kandungan oksigen.

Air PAM
Air PAM cukup baik digunakan untuk mengisi kolam ikan. Selain bersih, air PAM juga telah melalui penyaringan dan pembunuhan bakteri. Namun disayangkan kandungan klorin atau kaporit umumnya tinggi. Air PAM juga mengandung logam tembaga (Cu) berasal dari tawas yang digunakan untuk menjernihkan air. Jika air PAM digunakan untuk mengisi kolam ikan, maka yang harus diperhatikan adalah sebaiknya kandungan klorin dihilangkan terutama untuk ikan yang sensitif. Klorin yang emelebih ambang batas akan menyebabkan ikan kehilangan keseimbangan. Kadar klorin untuk ikan berkisar 0,003-0,01 ppm. Kadar klorin dapat dihilangkan melalui proses aerasi selama 12 jam.

Bagaimana kondisi airnya?

Untuk mengetahui apakah air yang digunakan berkualitas baiknya kita perlu mengetahui zat-zat yang dikandung air. Mana zat yang dibutuhkan dan yang tidak dibutuhkan ikan. Zat-zat tersebut antara lain gas, mineral, bahan organik, dan anorganik serta mikroorganisme. Parameter penting kualitas air yang digunakan untuk mengisi kolam adalah :

  • pH. pH merupakan tanda air bersifat asam, basa atau netral. Hubungan pH air dengan kehidupan ikan sangatlah erat. Nilai pH yang menyebabkan kematian ikan untuk pH asam adalah 4 dan pH basa 11. pH yang baik untuk kehidupan ikan adalah 6,5-7,5. Alat yang digunakan untuk mengukur pH air adalah pH test kit dan pH meter.
  • Suhu. Air mempunyai kemampuan untuk menyimpan panas, fluktuasinya berkisar antara 3-5 derajat Celcius. Suhu air mempengaruhi kecepatan reaksi kimia, baik dalam media maupun dalam tubuh ikan. Semakin tinggi suhu semakin cepat reaksi kimia, kelarutan gas semakin menurun. Akibatnya, ikan kekurangan oksigen dan dapat menimbulkan kematian. Suhu optimal untuk ikan hias tropis berkisar 22-27 derajat celcius tergantung jenisnya. Sementara pengaruh suhu rendah terhadap ikan adalah mengurangi kemampuannya mengambil oksigen (hypoxia). Menurunnya kemampuan ini disebabkan oleh menurunnya detak jantung. Alat untuk mengukur suhu air adalah termometer.
  • Kesadahan (hardness). Kesadahan air atau kekerasan air dapat mempengaruhi kehidupan ikan. Kesadahan menunjukkan banyaknya kandungan mineral dalam air yang berasal dari batuan tanah. Elemen terbesar adalah ion kalcium (Ca2+), magnesium (Mg2+), natrium (Na+) dan kalium (K+). Ion-ion ini berikatan dengan CO3, HCO3, SO4Cl, NO3 dan PO4. Bentuk yang umum digunakan adalah kadar kalsium karena jumlahnya lebih banyak dengan perbandingan 10:3.
  • Kadar garam.Kadar garam biasa juga disebut salinitas merupakan jumlah mineral terlarut dalam air. Kadar garam air tawar berkisar antara 0-3 ppt. Pengaruh kadar garam pada ikan adalah dalam proses osmoregulasi atau pertukaran air dan ke dalam tubuh ikan. Ikan air tawar tidak toleran dengan kadar garam. Akibatnya perubahan kadar garam akan mengakibatkan stres pada ikan. Pengukuran kadar garam air dilakukan untuk penggunaan air tanah pada daerah yang dekat wilayah pantai. Apabila melebihi toleransi ikan, sebaiknya menggunakan air PAM. Mengukur kadar garam air menggunakan salinometer celup.
  • Oksigen. Ikan membutuhkan oksigen untuk pernapasan yang diperoleh dari dalam air. dengan menggunakan insang, ikan melakukan pertukaran gas. Gas oksigen diserap dan gas karbondioksida dibuang. Gas oksigen digunakan untuk pembakaran makanan menjadi energi. Energi diperlukan untuk berbagai aktivitas seperti tumbuh, bergerak dan berkembang biak. Kadar terendah oksigen dalam air agar ikan dapat hidup daengan baik adalah lebih dari 5 mg/L. Kadar oksigen yang rendah menyebabkan kematian pada ikan. Untuk mengukur kandungan oksigen dapat menggunakan DO meter.
  • Nitrogen. Amoniak (NH3) dan nitri (NO2) merupakan bentuk gas nitrogen dalam air. Kedua bentuk gas nitrogen ini merupakan hasil buangan metabolisme ikan berupa faeces dan urine. Sumber lain adalah sisa pakan yang tidak dimakan oleh ikan. Keberadaan amoniak dalam air mengganggu terikatnya oksigen dalam darah. Amonika sangat beracun dan pH tinggi. Amoniak mudah larut dalam air dan bereaksi menjadi ion amonium dan ion hidroksil. Oksidasi amoniak menjadi gugus nitrit dan nitrat pada air berlangsung dengan cepat. Dalam proses ini bakteri yang berperan adalah Nitrosomonas dan Nitrobacter. Pengukuran amoniak dan nitrit dilakukan dengan ammonium test kit yang berbentuk cairan.

[serial taman “Kolam Ikan Hias” Oleh M. Farid Samawi/Elang Ilik M | mojokertocyber.com]